IMG_5788.jpeg

apasih yang diharapin sama remaja yang bahkan belum pernah ngalamin rasanya kasmaran? kalau dilihat dari pov tertentu mungkin kita bisa menilai jika Keenan Elyan merupakan bocah dengan tingkat penyangkalan dan keegoisan yang tinggi, tapi mari kita lihat sedikit dari pov Keenan. sudah kurang lebih dua minggu setelah obrolan dirinya dan Samuel diruang obrolan online tentang hal baru yang mungkin juga baru keduanya rasakan, awalnya Keenan menganggap Samuel hanya merasa nyaman dengan kebiasaan kebiasaan mereka berdua dan disalah artikan oleh Samuel, namun seiring berjalan waktu Keenan entah kenapa mulai menghindari Samuel padahal dia sendiri yang sepakat untuk membuat semuanya jelas jika benar Samuel hanya menyalah artikan ini semua. bukan tanpa alasan jarak itu tercipta, setelah mengetahui Samuel memiliki perasaan lebih dengannya, Keenan pun menyadari reaksi tubuhnya agak aneh jika berada didekat Samuel, dia bisa kehilangan semua hal yang ingin dia sampaikan pada Samuel, bahkan entah kenapa kepalanya seperti pusing jika melihat atensi Samuel, seperti dia kehilangan kendali kewarasannya jika berada didekat Samuel.

kalau ditanya terus Keenan cemburu tidak jika Kevin atau Dika terlalu mengambil atensi Samuel? jawabannya sudah pasti iya. Keenan dan Samuel itu sudah bersama sejak kecil dan hal hal seperti milik Keenan akan dimiliki oleh Samuel juga, mulai dari benda hingga teman, dilihat dari kebanyakan teman Samuel sudah pasti itu adalah teman Keenan, mungkin - mungkin dibeberapa hal tertentu tidak ada kepemilikan yang sama diantara keduanya, namun hampir 80% kepemilikan keduanya itu mutlak sama dan itu sudah diterapkan kedua orang tua mereka sedari kecil, jadi melihat Samuel yang memiliki teman yang bukan teman Keenan jelas Keenan merasa cemburu. Keenan itu tau jika Samuel adalah manusia terimplusif dan ceroboh yang dia kenal (sudah banyak pengalaman aneh yang Keenan lalui berkat keimplusifan Samuel) jadi sebagai manusia yang sejak kecil sudah saling menjaga satu sama lain antara dirinya dan Samuel, Keenan merasa berhak atas kecemburuan itu.

Keenan dan Samuel hanyalah remaja yang baru pertama kali mengalami pengalaman maupun perasaan baru ini. jadi bukankah semesta pun memberikan toleransi jika sedikit adanya kekeliruan dari keduanya?

siang ini setelah pengambilan rapor disekolah, Keenan, Samuel, maupun papi mami dan papa mama sudah berada disebuah restoran jepang terkenal didaerah setempat, sedikit merayakan keberhasilan kedua anak mereka yang telah melalui semester ini dengan baik, terutama Keenan yang selalu menjadi nomor satu ditingkat sekolah dengan prestasi yang ia miliki.

“abang sama kakak lagi kepengen apa? kali ini papi traktir karena udah hebat lewatin satu semester with the nice value.”

“kalau muel belum ada yang kepengen sih pi”

“kakak kemarin set lukis udah kebeli?”

mama menimpali percakapan itu

“belum masih cari yang bagus buat pemula”

“papi punya kenalan pelukis and his so nice on his job, nanti coba papi tanyain saran set lukis buat pemula, present for our muel with his nice value.”

“makasih pi”

mami yang melihat Keenan sepertinya gelisah mulai menimpali percakapan itu

“eh bukannya abang kemarin beli set lukis juga? mami kemarin pisahin pakaiannya abang ga sengaja liat diatas kasur, padahal abang kayaknya belum minat ngelukis?”

“oh itu mi, kemarin sempet liat dimarket place trus keinget el kepengen”

“trus udah dikasih?”

Samuel yang mendengar itu sedikit terkejut, padahal itu sudah lama sebelum permasalahannya dengan Keenan, saat itu mereka sedang berjalan sore diarea kompleks setelah bermain badminton dan Samuel menceritakan jika dia tertarik melukis dan ingin membeli set lukis untuk pemula. oh Samuel benci kenyataan seperti ini, kenapa Keenan selalu begitu peduli dengannya, kenapa dia yang begitu mudah terpengaruh dan luluh dengan sikap Keenan yang seharusnya dia sudah terbiasa dengan ini semua bukan malah menaruh harap.

“anu mi, setelah abang beli ternyata abang sibuk sama acara anak olimp jadinya kelupaan”

“bukan karna marahan kan?”